Masuk Lokasi Wisata, Pemda Tegur Managemen PT. Belibis Putra Mandiri

Masuk Lokasi Wisata, Pemda Tegur Managemen PT. Belibis Putra Mandiri


Masuk Lokasi Wisata, Pemda Tegur Managemen PT. Belibis Putra Mandiri

Posted: 25 Oct 2018 06:45 AM PDT

 Masuk Lokasi Wisata, Pemda Tegur Managemen PT. Belibis Putra Mandiri
WAISAI, LELEMUKU.COM - Pemerintah Kabupaten Raja Ampat melalui Dinas Perhubungan memberi peringatan (warning) keras kepada managemen PT. Belibis Putra Mandiri selaku pemilik sejumlah kapal penyeberangan di Wilayah Papua Barat.

Warning Pemda Raja Ampat ini dikarenakan  beberapa hari yang lalu sebuah armada kapal milik managemen PT. Belibis Putra Mandiri kedapatan memasuki beberapa lokasi atau site wisata dan berlabuh ditambatan perahu Masyarakat Raja Ampat dengan membawa ratusan penumpang padahal ijin prinsipnya hanya melayani rute Sorong-Waisai, PP dan Sorong-Misool, PP.

Teguran keras pemda Raja Ampat tersebut disampaikan dalam bentuk surat resmi dengan nomor: 550/Dishub-R4/2018, juga pemanggilan pimpinan PT. Belibis Putra Mandiri untuk menghadap dan menghadiri rapat di Waisai, Ibukota Kabupaten Raja Ampat, Minggu (30/9).

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Raja Ampat, Ir. Becky Rahawarin, MM disela-sela memperingati Hari Kesaktian Pancasila, Senin (1/10) membenarkan pihaknya telah memanggil dan memberi teguran kepada managemen PT. Belibis Putra Mandiri.

Becky sapaan Ir. Becky Rahawarin, MM menjelaskan Managemen PT. Belibis Putra Mandiri ini  telah menyalahi ijin prinsip pelayarannya. Menurutnya, ijin yang dikantungi kapal-kapal milik PT. Belibis Putra Mandiri ini hanya melayani rute pelayaran Sorong- Waisai, PP dan Sorong-Misool PP dan bukan memasuki site atau lokasi-lokasi wisata.

"Managemen PT. Belibis Putra Mandiri ini sudah keterlaluan. Mereka melanggar ijin pelayarannya. Ijin mereka itu bukan ke site-site atau lokasi-lokasi wisata, apalagi membawa ratusan wisawan. Ijin mereka hanya dari Sorong-Waisai atau Sorong-Misool PP. Itu saja," ujar Becky Rahawarin.

Dikatakan Becky, selain melanggar dengan memasuki obyek wisata armada kapal milik PT. Belibis Putra Mandiri berlabuh dan sandar ditambatan perahu milik masyarakat. "Mereka (PT. Belibis Putra Mandiri,red) tidak sekomitmen dengan kita.  Namanya tambatan perahu yah, bukan untuk kapal. Kapal mereka itu berbobot besar dan sangat tidak cocok dan akan merusak tambatan perahu yang sudah dibuat dengan susah payah oleh masyarakat," tambah Becky.

Selain merusak sarana dan prasarana yang dibangun dengan susah payah oleh masyarakat tersebut, sandarnya kapal-kapal bertonage besar di kampung-kampung wisata akan merusak karang dan menganggu ekosistem perairan yang menjadi daya tarik wisata di Raja Ampat.

"Kampung Arborek dan Kampung Yenbuba itu banyak soft karang yang menempel di tambatan perahu, apalagi airnya juga dangkal, jika disandarkan akan merusak terumbu karang dan mengganggu ikan-ikan yang bermain didermaga kampung tersebut," tambah Becky Rahawarin.

Becky menjelaskan teguran dalam bentuk surat itu merupakan peringatan terakhir, jika terulang lagi maka pemerintah daerah akan cabut rekomendasi kepada PT. Belibis Putra Mandiri untuk beroperasi di Raja Ampat.

"Dalam pertemuan kemarin, saya sudah ingatkan pimpinannya bahwa teguran ini sebagai peringatan terakhir, jika tidak maka saya usulkan kepada pemerintah daerah untuk cabut rekomendasi dia (PT. Belibis Putra, red) untuk beroperasi di Raja Ampat," ujar Backy dengan tegas.

"Saya menilai bahwa PT. Belibis Putra Mandiri tidak menghormati upaya permintaan daerah dan masyarakat Raja ampat untuk menjaga kelestarian alam dan budaya wisata yang baik karena kejadian seperti ini sudah berulang beberapa kali. Dan kehadiran wisatawan dalam jumlah yang banyak di satu  spot/lokasi   wisata akan berdampak buruk pada terganggunya keseimbangan ekosistim di wilayah tersebut," tambah Becky. (DiskominfoRajaAmpat)

Abdul Faris Umlati Ajak Warga Raja Ampat Doakan Korban Gempa dan Tsunami Palu-Donggala

Posted: 25 Oct 2018 06:36 AM PDT

Abdul Faris Umlati Ajak Warga Raja Ampat Doakan Korban Gempa dan Tsunami Palu-DonggalaWAISAI, LELEMUKU.COM – Bupati Raja Ampat, Provinsi Papua Barat, Abdul Faris Umlati, SE meminta peserta upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila untuk mendoakan bagi korban gempa dan tsunami yang melanda Kota Palu dan Donggala Sulawesi Tengah beberapa waktu lalu.

Permintaan ini disampaikan  Abdul Faris Umlati saat dirinya menyampaikan pidato pada Upacara Memperingati Hari Kesaktian Pancasila yang berlangsung di Halaman Kantor Bupati Raja Ampat, Senin (01/10).

"Sebelum saya melanjutkan sambutan ini saya meminta kita semua menundukan kepala sejenak kita seraya berdoa bagi korban gempa dan tsunami yang melanda Kota Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah beberapa waktu yang lalu," ujar Abdul Faris Umlati seraya menyampaikan turut belangsungkawa.

Sesaat seluruh peserta upacara yang dihadiri Wakil Bupati Raja Ampat, Manuel Piter Urbinas S,Pi,  M.Si, Kapolres Raja Ampat AKBP, Edy Setyanto Erning W,SIK, Dandim 1805,  Letkol Inf Yosef. P.Kaiba, Danposal AL Elhas, Sekda Raja Ampat Yusup Salim MSi, pimpinan OPD, Pegawai , pelajar dan sejumlah tamu undangan dengan hening menunduk kepala seraya berdoa. Suasana hening berlangsung beberapa menit, setelah itu bupati melanjutkan pidatonya.

Dalam pidatonya, AFU sapaan Abdul Faris Umlati menegaskan peringatan Hari Kesaktuan Pancasila bermaksud menggugah dan menggelorahkan semangat nasionalisme dan jiwa patriotisme dalam memegang teguh pancasila sebagai dasar negara agar tetap hidup dan terjaga dalam hati sanubari anak bangsa.

"Bung Karno merumuskan pancasila sebagai kata kungci membangun bangsa yang menghargai keberagaman," ujar AFU.

Untuk itu katanya, pancasila adalah semangat untuk bergandeng tangan menuju cita cita besar maka semua anak bangsa sudah seharus memiliki nilai-nilai Pancasila dalam pola pikir, ucapan, tindakan, sikap dan perbuatan. 

"Untuk itu tepat kiranya tema peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2018  ini adalah " Pancasila Sabagai Landasan kerja mencapai Prestasi Bangsa," ujar AFU

Lebih lanjut dikatakannya fenomena dalam beberapa tahun ini terjadi lintas batas nilai-nilai antar bangsa, bahkan antar komunitas, atau kelompok masyarakat yang lebih kecil, di antara nilai-nilai atau faham yang melintas batas itu ada paham radikalisme. Faham ini karakternya selalu merasa yang paling benar sendiri dan mengabaikan hak hak dasar orang lain.

"Saya mengajak seluruh elemen yang ada di Kabupaten Raja Ampat, mari kita tunjukan bahwa Kabupaten Raja Ampat sebagai minitur NKRI, kabupaten yang toleran, menghargai dan menghormati manusia sebagai ciptaan yang Maha Kuasa," tambahnya.  (DiskominfoRajaAmpat)

Abdul Faris Umlati Lepas Puluhan Ekor Tukik ke Laut Raja Ampat

Posted: 24 Oct 2018 12:19 PM PDT

 Abdul Faris Umlati Lepas Puluhan Ekor Tukik ke Laut Raja Ampat
YAMBEKAKI, LELEMUKU.COM - Bupati Raja Ampat, Provinsi Papua Barat, Abdul Faris Umlati, SE didampingi unsur Muspida dan sejumlah pejabat di lingkungan Pemda Raja Ampat melepas puluhan ekor tukik (anak penyu) ke laut di Kampung Yembekaki, Distrik Waigeo Timur, Raja Ampat, Jumat (28/9) lalu.

Melalui kesempatan itu, Abdul Faris Umlati, SE mengajak seluruh masyarakat Raja Ampat untuk menjaga dan melindungi penyu sebagai satwa yang langka dan dilindungi di Raja Ampat.

Dijelaskannya Raja Ampat merupakan daerah tujuan wisata dunia, karena itu penyu dan satwa lainnya di Raja Ampat baik di darat maupun di perairan perlu dijaga dan dilestarikan.

"Raja Ampat ini daerah tujuan wisata dunia, karena itu dengan melepas tukik ini atau anak penyu ini saya mengajak seluruh masyarakat Raja Ampat untuk kita hentikan penangkapan dan pembunuhan penyu, karena satwa ini tidak saja langkah tapi juga menjadi daya tarik kegiatan wisata di Raja Ampat," ujar Abdul Faris Umlati, SE.

Pelepasan tukik di sela-sela kunjungan kerjanya ke distrik dan kampung ini diikuti seluruh pejabat yang menyertai kunjungan kerja tersebut seperti pewakilan Polres Raja Ampat, pimpinan dan anggota DPRD Raja Ampat, Sekda Raja Ampat dan para pejabat lainnya di Raja Ampat.

Aksi pelepasan penyu ini untuk mengingatkan masyarakat Raja Ampat untuk tidak lagi berburu penyu dan zatwa dilindungi di Raja Amat.

Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah/DPRD sendiri telah menetapkan Peraturan Daerah Nomor 09 tahun 2012 tentang larangan penangkapan hiu, pari manta dan jenis-jenis ikan tertentu (duyung dan penyu) di perairan laut Raja Ampat.

Sebenarnya Raja Ampat telah memiliki Perda Pelindungan Penyu dan memang penyu ini adalah satwa yang dilindungi Undang-Undang.

"Jadi apa yang dilakukan bupati ini  untuk kembali mengingatkan masyarakat agar penyu ini tidak boleh diburu," ujar Kepala Dinas Perikanan Raja Ampat, Rio Bartholomeus Imbir, S.Pi, M.Si yang juga ikut dalam aksi pelepasan tukik tersebut.

Sebagaimana diketahui perairan laut Raja Ampat memiliki tingkat konsentrasi keanekaragaman biota laut tertinggi di perairan dunia, dengan 75 % dari seluruh jenis terumbu karang di dunia dan sedikitnya 1.320 spesies ikan.

Menurut Bupati Raja Ampat, potensi ini menjadi kekuatan utama dalam pengembangan pariwisata di Raja Ampat. Oleh karena itu ia berharap agar masyarakat Raja Ampat tidak lagi menangkap zatwa-zatwa perairan yang dilindungi di Raja Ampat. (DiskominfoRajaAmpa)
Masuk Lokasi Wisata, Pemda Tegur Managemen PT. Belibis Putra Mandiri Masuk Lokasi Wisata, Pemda Tegur Managemen PT. Belibis Putra Mandiri Reviewed by Redaksi Lelemuku on 5:14 AM Rating: 5

Info Terbaru

Loading...
Powered by Blogger.