BPBD Sorsel dan PSBA UGM Yogyakarta Susun RIPB

BPBD Sorsel dan PSBA UGM Yogyakarta Susun RIPB


BPBD Sorsel dan PSBA UGM Yogyakarta Susun RIPB

Posted: 04 Dec 2018 08:30 PM PST

BPBD Sorsel dan PSBA UGM Yogyakarta Susun RIPBTEMINABUAN, LELEMUKU.COM - Wilayah di Kabupaten Sorong Selatan (Sorsel), Provinsi Papua Barat  rawan bencana alam, sehingga perlu dipersiapkan penanggulangan yang tepat saat terjadinya bencana alam. Dengan demikian dampak yang timbul akibat bencana alam dapat diminimalkan.

Untuk itulah Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sorsel mengadakan kerjasama dengan Pusat Studi Bencana Alam (PSBA) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.

Tim PSBA UGM Yogyakarta sudah turun ke sejumlah lokasi rawan bencana di Kabupaten Sorsel, untuk menyusuan Rencana Induk Penanggulangan Bencana (RIPB).

Sehubungan dengan itu Tim PSBA UGM Yogyakarta melakukan Fokus Grup Diskusi (FGD) untuk memaparkan hasil RIPB yang disusun, sekaligus menjaring masukan dari berbagai pihak guna menyempurnakan RIPB yang disusun. 

Pemaparan RIPB oleh Tim PSBA UGM yang berlangsung Kamis (15/11) minggu lalu di ruang rapat kantor Bupati dihadiri langsung oleh Bupati Sorsel Samsudin Anggiluli, SE; Wakil Bupati (Wabup) Sorsel Drs.Martinus Salamuk dan Sekda Dance Yulian Flassy, SE, M.Si.

Pimpinan OPD serta sejumlah tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh adat dan aktivitas pencinta sungai dihadirkan untuk mendengarkan pemaparan RPB sekaligus memberikan masukan kepada Tim PSBA UGM.

Bupati Samsudin Anggiluli pada kesempatan tersebut menjelaskan, kerjasama yang dilakukan oleh BPBD ini semata-mata sebagai upaya untuk mempersiapkan berbagai pihak, termasuk pemerintah dan masyarakat menanggulangi bencana yang terjadi.

"Jadi kalau terjadi bencana, pemerintah dan masyarakat sudah tahu apa yang dilakukan. Segala sesuatu yang terjadi di dunia ini kehendak Yang Maha Kuasa, kita manusia berupaya untuk menyadarkan masyarakat untuk siap menanggulangi bencana, sehingga dampak yang timbul tidak terlau berat," kata dia.

Sementara itu Ketua Tim PSBA UGM Prof.Dr.Djati Mardiyanto dan stafnya memaparkan tentang kondisi sejumlah wilayah di Kabupaten Sorsel yang rawan bencana banjir serta abrasi pantai di wilayah pesisir.

Kebijakan penanggulangan bencana dipaparkan secara lengkap yang dimulai dengan kegiatan peningkatan kapasitas masyarakat serta penanggulangan secara terpadu. Hasil dari RIPB yang disusun oleh Tim PSBA UGM berupa dokumen dan peta.

Masukan yang diberikan peserta sebagian besar tentang upaya pencegahan. Khususnya daerah aliran sungai (DAS) yang ada di Kabupaten Sorsel perlu dijaga dan dilestarikan. (humassorsel)

Disnakertrans Sorong Selatan Gelar Kursus Mengemudi Bagi OAP

Posted: 04 Dec 2018 07:30 PM PST

 Disnakertrans Sorong Selatan Gelar Kursus Mengemudi Bagi OAP
TEMINABUAN, LELEMUKU.COM - Sebanyak 30 orang asli Papua (OAP) dilatih mengemudi kendaraan roda empat oleh instruktur dari Satuan Lalulintas Polres Sorong Selatan (Sorsel), Provinsi Papua Barat.

Pelatihan mengemudi yang dilaksanakan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) tersebut dibuka secara resmi oleh Sekretaris Disnakertrans Dra. Cornelia Sahetapi Jumat (16/11) minggu lalu berlangsung di Aula P3W Teminabuan.

Hadir dalam pembukaan kegiatan Kasat.Lantas Polres Sorsel Iptu Syarifuddin, peserta pelatihan dan staf Disnakertrans Kabupaten Sorsel.

Sekretaris Disnakertrans Cornelia Sahetapi dalam sambutannya menjelaskan, pelatihan mengemudia mobil tersebut merupakan salah satu tugas dan tanggung jawab pemerintah daerah untuk memberdayakan serta mensejahterakan masyarakat.

Untuk itu diharapkan peserta pelatihan harus mengikuti pelatihan dengan serius, agar kelak bisa mandiri atau memperoleh pekerjaan. Terutama masyarakat asli Papua dari tanah Tehit harus betul-betul berjuang untuk menjadi lebih baik.

Jangan hanya masyarakat pendatang yang berkembang. Tetapi OPA juga harus bangkit dan tunjukan bahwa OAP juga bisa dan mampu.

Sementara itu Kabid Pelatihan dan Produktifitas Tenaga Kerja Disnakertrans Rahmat Parintak, SE selaku ketua panitia menjelaskan, pelatihan mengemudi mobil merupakan salah satu bentuk pelayanan pemerintah bagi masyarakat.

Tujuannya untuk meningkatkan dan mengembangkan kompetensi kerja sesuai dengan bakat, minat dan kemampuan tenaga kerja.  Peserta akan dilatihan oleh personil Satuan Lantas Polres Sorsel selama 15 hari ke depan.

Peserta merupakan pencari kerja dan diambil dari semua distrik yang ada di wilayah Kabupaten Sorsel. Seluruh biaya pelatihan ditanggung oleh pemerintah.

Setelah mengikuti pelatihan dan dinyatakan lulus oleh instruktur, maka peserta juga diberikan SIM A secara gratis. Dari tahun 2013 sampai 2017, pelatihan mengemudi kendaraan roda empat telah diikuti oleh 75 orang dan sekitar 80 persen sudah bekerja. (humassorsel)

Andrikus Mofu Nilai Bakal Klasis GKI Sawiat Layak Ditingkatkan Statusnya

Posted: 04 Dec 2018 06:30 PM PST

 Andrikus Mofu Nilai Bakal Klasis GKI Sawiat Layak Ditingkatkan Statusnya
TEMINABUAN, LELEMUKU.COM - Bakal Klasis Sawiat pada Gereja Kristen Injili (GKI) di Tanah Papua yang baru berumur 1 tahun sudah layak ditingkatkan statusnya menjadi klasis defenitif yakni Klasis GKI Sawiat. 

Ketua BP Am Sinode (BPAS) GKI di Tanah Papua Pdt. Andrikus Mofu, M.Th melihat bakal klasis ini sudah seperti klasis. Hal ini terbukti dengan adanya antusiasme jemaat dan juga dukungan pemerintah yang hadir lengkap pada Pembukaan Rapat Kerja (Raker) I Bakal Klasis Sawiat.

Sidang Sinode GKI di Tanah  Papua XVIII di Waropen tahun 2022 mendatang akan menetapkan Bakal Klasis GKI Sawiat menjadi Klasis GKI Sawiat. Sebagai persiapan menuju klasis defenitif, salah satu kriteria adalah diperbolehkan bakal klasis ini melaksanakan Raker.

Demikian penegasan Ketua BPAS GKI di Tanah Papua Pdt. Andrikus Mofu saat membuka Raker I Bakal Klasis GKI Sawiat Senin (19/11) minggu lalu di Jemaat GKI Mubarak Sodrofoyo, Kabupaten Sorong Selatan (Sorsel). Pembukaan Raker I Bakal Klasis GKI Sawiat tersebut bertepatan dengan Hari Syukur I Bakal Klasis Sawiat.

Ketua BPAS GKI di Tanah Papua Pdt. Andrikus Mofu menjelaskan, peringatan perjalanan 1 tahun Bakal Klasis GKI Sawiat juga menjadi momen penting dilaksanakan Raker. Kiranya dalam Raker tersebut mengevaluasi program kerja yang terlaksana serta merumuskan program prioritas dalam pelayanan di tahun 2019 mendatang.

Selain itu Raker akan membahas dan menetapkan rencana anggaran sesuai program prioritas yang secara terpusat difokuskan pada bidang pendidikan dan pembinaan jemaat. Ke depan pihaknya akan melaksanakan pelayanan berbasis data. Maka dalam periode ini sedang diseriusi pendataan secara menyeluruh.

Dengan upaya pendataan jemaat tersebut maka akan menjadi mudah mendapat data yang lengkap terkait jumlah jemaat baik orang asli Papua (OAP) maupun non Papua. Upaya tersebut juga akan memberikan kemudahan bagi pemerintah dalam memperhatikan pembangunan bagi masyarakat Papua.

Sementara itu Bupati Sorsel Samsudin Anggiluli, SE pada kesempatan tersebut menjelaskan, pihaknya atas nama pemerintah mengucapkan terima kasih kepada lembaga gereja yang telah banyak membantu pemerintah, khususnya pembangunan di bidang pendidikan.

Pemerintah dan Gereja adalah mitra yang tak bisa terpisahkan. Gereja telah melakukan berbagai pembangunan bagi masyarakat dan kami pemerintah selalu memberikan dukungan penuh. Terutama di bidang pembinaan mental spiritual, Pemda Sorsel setiap tahun selalu menganggarkan biaya.

Rangkaian kegiatan diawali dengan ibadah yang dipimpinan Pdt.Ervin Manuputty, S.Pd (K), berlangsung di lapangan SD YPK Sodrofoyo, Distrik Sawiat. Pada akhir ibadah, juga dilaksanakan pelantikan Panitia Pembangunan Kantor Bakal Klasis GKI Sawiat yang dilakukan oleh Ketua BP Am Sinode GKI di Tanah Papua Pdt. Andrikus Mofu, M.Th.

Hadir mengikuti pembukaan kegiatan Raker I Bakal Klasis  GKI Sawiat antara lain anggota BPAS Wilayah VII Sorong Raya Pnt.Nimrod Sesa, SE; Ketua Klasis GKI Teminabuan Pdt. Timotius Sagisolo, S.Si; anggota DPR RI Origenes Nauw, S.Pd; Ketua DPR Papua Barat Pieters Konjol, SE, MA,; anggota DPR Papua Barat Yonadap Trogea, A.Md; Wakil Bupati (Wabup) Drs. Martinus Salamuk, Sekda Dance Yulian Flassy, SE,M.Si, tamu undangan dan jemaat se-Bakal Klasis Sawiat. (humasSorsel)

DPRD Sorong Selatan Setujui Raperda Perubahan APBD 2018

Posted: 04 Dec 2018 05:30 PM PST

DPRD Sorong Selatan Setujui Raperda Perubahan APBD 2018TEMINABUAN, LELEMUKU.COM - Semua Fraksi di DPRD Kabupaten Sorong Selatan (Sorsel), Provinsi Papua Barat menerima dan menyetujui Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Perubahan APBD 2018 yang diajukan Pemkab Sorsel untuk ditetapkan menjadi Perda Kabupaten Sorsel.

Pernyataan politik tersebut disampaikan dalam pendapat akhir fraksi pada Parpirna II DPRD Jumat (23/11) lalu di ruang sidang DPRD. Perubahan APBD 2018 yang disahkan DPRD Kabupaten Sorsel yakni Pendapatan mengalami peningkatan menjadi Rp.865, 6 Miliar atau tepatnya Rp.865.635.474.771 dari APBD 2018 sekitar Rp.851 Miliar.

Selanjutnya postur Perubahan APBD 2018 yakni Belanja sebesar Rp.985, 3 Miliar atau tepatnya Rp.985.393.041.351,56; surplus/defisit sebesar Rp.119,7 Miliar lebih atau tepatnya Rp.119.757.566.544,56.

Selanjutnya pembiayaan daerah terdiri dari penerimaan sebesar Rp.126 Miliar atau tepatnya Rp.126.052.239.544,56 dan pengeluaran sebesar Rp.6,2 Miliar atau tepatnya Rp.6.294.673.000. Pembiayaan netto sebesar Rp.119,7 Miliar lebih atau tepatnya Rp.119.757.566.544,56. Sisa Lebih Penghitungan Anggaran (Silpa) Rp.0.

Paripurna II diikuti 18 orang anggota DPRD dari 20 anggota DPRD Kabupaten Sorsel. Fraksi Partai Golkar (FPG) mendapat kesempatan pertama menyampaikan pendapat akhir yang dibaca John Kabie.

Selanjutnya Fraksi Partai Amanat Nasional (FPAN) yang dibaca Karobium Agustinus Momot dan terakhir Fraksi Partai Demokrat (FPD) dibacakan Wilhelmus Simat, S.IP.

FPAN menyampaikan sejumlah catatan penting yang perlu mendapat perhatian eksekutif antara lain persoalan batas wilayah, pendapatan asli daerah (PAD) serta pelantikan pejabat.

Setelah semua Fraksi DPRD menyatakan menerima dan menyetujui Raperda Peribahan APBD 2018 disahkan menjadi Perda, dilakukan penandatanganan Keputusan Pimpinan DPRD dan berita acara oleh Ketua DPRD Jevries Kewetare, Wakil Ketua I DPRD Marthen Saflessa, Wakil Ketua II DPRD Salomina Salamuk, SE serta Wakil Bupati Sorsel Drs.Martinus Salamuk.

Setelah penandatanganan Keputusan Pimpinan DPRD dan berita acara, Ketua DPRD Jevries Kewetare menyerahkan dokumen Perubahan APBD 2018 kepada Wakil Bupati Sorsel Drs.Martinus Salamuk untuk dilaksanakan. Dokumen Perubahan APBD 2018 yang sudah disahkan DPRD tersebut selanjutnya dibawa ke Pemprov Papua Barat dan Kementrian Keuangan untuk dievaluasi sebelum dilaksanakan. (HumasSorsel)

Sawiat FC Rebut Piala Bupati Sorong Selatan

Posted: 04 Dec 2018 03:30 PM PST

Sawiat FC Rebut Piala Bupati Sorong SelatanTEMINABUAN, LELEMUKU.COM - Tim sepakbola Sawiat FC dari Distrik Sawiat merebut Piala Bupati Sorong Selatan setelah menaklukan tim sepakbola Salkma Mandiri FC dari Distrik Salkma, dengan skor 2-0 (1-0) dalam partai final Piala Bupati Sorsel Minggu (2/11) sore di Lapangan Trinati.

Pertandingan kedua tim yang dipimpin wasit Didi Paroy berlangsung sangat ketat, kedua tim berjuang keras untuk membawa pulang Piala Bupati Sorsel ke wilayahnya masing-masing.

Gol pertama Sawiat FC dicetak oleh Isak Krenak pada menit ke-20 memecah kebuntuan dan merubah kedudukan menjadi 1-0 untuk Sawiat FC. Kemasukan 1 bola,  anak-anak Salkma yang tergabung dalam Salkma Mandiri FC berjuang keras untuk menyamakan kedudukan.  Namun hingga turun minum kedudukan tidak berubah 1-0 untuk Sawiat FC.

Memasuki babak kedua, anak-anak Salkma Mandiri FC berusah keras untuk menyamakan kedudukan 1-1. Namun kegigihan anak-anak Salkma Mandiri FC tersebut belum membuahkan hasil, jusrtru anak-anak Sawiat FC berhasil memperbesar kemenangan dengan menjebol gawang Salkma Mandiri FC pada menit ke-70 lewat kaki Jeckson Hans Osok dan merubah skor menjadi 2-0 untuk keunggulan Sawiat FC.

Penjaga gawang Salkma Mandiri FC memungut bola di dalam gawangnya. Tertinggal 2 angka, pemain Sawiat FC berusaha keras memperkecil ketertinggalan.

Namun sayang Dewi Fortuna tidak berpihak pada Salkma Mandiri FC, sehingga gawang Sawiat FC yang dijaga oleh Romario D Yambe tidak kebobolan sejak kick off hingga wasit meniup peluit panjang. Sawiat FC memastikan kemenangan setelah pertandingan babak kedua berakhir.

 Selain membawa pulang Piala Bupati Sorsel, tim Sawiat FC mendapat hadiah uang pembinaan sebesar Rp.100 Juta. Juara II tim Salkma Mandiri FC mendapat hadiah uang pembinaan sebesar Rp.50 Juta. Top Skor atau pencetak gol terbanyak Jeckson Hans Osok dari Sawiat FC mendapat hadiah Rp.1.000.000. Penjaga gawang terbaik yang diraih penjaga gawang Sawiat FC juga mendapat hadiah Rp.1.000.000.

 Bupati Samsudin Anggiluli pada kesempatan tersebut meminta masyarakat terus meningkatkan prestasi di semua cabang olahraga, termasuk sepakbola yang dianggap bergengsi. (HumasSorsel)
BPBD Sorsel dan PSBA UGM Yogyakarta Susun RIPB BPBD Sorsel dan PSBA UGM Yogyakarta Susun RIPB Reviewed by Redaksi Lelemuku on 5:06 AM Rating: 5

Info Terbaru

Loading...
Powered by Blogger.